Make your own free website on Tripod.com

                     

 
TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM
Danau Sentarum merupakan Suaka Margasatwa yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 757/Kpts-II/Um/10/1982 tanggal 12 Oktober 1982 dengan luas 80 000 hektar. Danau ini merupakan danau musiman satu-satunya hutan rawa air primer di Kalimantan Barat dan mempunyai tingkat keunikan yang tinggi, berada di sebelah cekungan sungai Kapuas, sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Sistem perairan danau air tawar dan hutan tergenang ini menyebabkan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Danau tersebut memiliki keunikan tersendiri dengan airnya yang berwarna hitam kemerah-merahan karena mengandung tannin, berasal dari hutan gambut yang ada di sekitarnya. Pada saat kemarau tiba, tinggi air di sungai Kapuas berangsur-angsur turun, sehingga air danau hutan rawa sekitarnya akan mengalir ke sungai Kapuas sehingga debit air di sungai Kapuas akan relatif stabil. Apabila pada puncak musim kemarau keadaan Danau Sentarum dan daerah sekitarnya akan menjadi kering dan terkesan sebagai hamparan tanah kering yang luas.

Danau Sentarum yang menurut posisi geografisnya terletak pada 0o 40' LU dan 112o 20' LS, secara administratif pemerintahan terletak pada 5 kecamatan, yaitu kecamatan Semitau, Batang Lupar, Selimbau, Badau dan Embau kabupaten Kapuas Hulu.

Latar Belakang

Taman Nasional Danau Sentarum berada di dalam wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya terletak kira-kira 700 kilometer dari Pontianak ke arah hulu Sungai Kapuas. Daerah Danau Sentarum ditetapkan menjadi kawasan Suaka Alam pada tahun 1982 dengan SK No.757/Kpts/Um/10/1982 dengan luas 80.000 ha. Pada tahun 1994 Suaka Margasatwa Danau Sentarum menjadi lokasi Ramsar yg ke-II (dua) --selain Taman Nasional Berbak di pulau Sumatera-- di Indonesia, karena merupakan salah satu wakil daerah hamparan banjir (lebak lebung) yang sangat penting, tidak saja bagi bangsa Indonesia, namun juga bagi dunia. Pada tahun 1999, status kawasan berubah lagi menjadi Taman Nasional dengan SK No.34/Kpts-II/1999.

Taman Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu tipe ekosistem hamparan banjir paling luas yang masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Luas seluruh kawasan TNDS adalah 132.000 ha, ditambah dengan 64.000 ha yang diusulkan sebagai daerah penyangga. Sebagian berupa danau musiman yang menutupi daerah seluas 30.500 ha. Sisanya berupa hutan rawa gambut yang terdapat di sekelilingnya. Danau musiman di TNDS merupakan perpaduan lebih dari 20 danau. Danau-danau tersebut saling berhubungan dengan perantaraan aliran sungai. Pada musim kemarau, air dari danau-danau mengalir ke arah Sungai Kapuas sehingga permukaan air danau menyusut.

Yang terlihat hanyalah jalur-jalur sungai yang amat dangkal dengan beberapa genangan air disana-sini. Sebagian besar danau-danau kering, semakin hari tanah di dataran bekas danau itu akan retak. Pada musim hujan, permukaan air di sungai dan danau meningkat sampai 8-13 meter. Air akan menggenangi dataran rendah sekitarnya termasuk hutan rawa air tawar dan membentuk hamparan banjir (lebak lebung) menyerupai danau yang sangat luas. Perubahan kondisi alam ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan flora, fauna dan manusia yang menjadi penghuninya.

NEXT PAGE : - SDA & SOSBUD TNDS       - Flora & Fauna TNDS      - Ekosistem TNDS